Institusion
Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri
Author
HASANAH, FIRDA ADAWIYATHUL
Subject
610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan
Datestamp
2023-09-09 05:28:37
Abstract :
Serai dapur (Cymbopogon citratus) merupakan salah satu tanaman yang biasa digunakan sebagai obat tradisional oleh masyarakat Indonesia. Serai dapur mengandung senyawa metabolit sekunder seperti tanin, flavonoid, alkaloid, saponin dan steroid sehingga cocok digunakan menjadi minuman herbal sebagai antioksidan yang dapat menangkap radikal bebas dan melindungi tubuh dari berbagai penyakit. Penelitian digunakan untuk mengetahui efek toksik sediaan suspensi dari ekstrak serai dapur (Cymbopogon citratus) pada mencit putih (Mus musculus) dan untuk mengetahui tingkat toksisitas sediaan suspensi dari ekstrak serai dapur (Cymbopogon citratus) pada mencit putih (Mus musculus). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode OECD (Organization for Economic Co-operation and Development) dengan desain penelitian RAL (Rancangan Acak Lengkap). Hewan uji yang digunakan pada toksisitas akut yaitu mencit betina sebanyak 25 ekor yang dikelompokkan menjadi 5 kelompok. Pemberian sediaan suspensi ekstrak serai dapur diberikan dengan variasi dosis 5 mg/kgBB, 50 mg/kgBB, 300 mg/kgBB, 2000 mg/kgBB dan blanko suspensi sebagai kontrol. Pengamatan yang diamati yaitu gejala toksik, berat badan dan jumlah hewan mati yang dilakukan selama 14 hari setelah pemberian sediaan uji. Hasil penelitian dari semua dosis pemberian pada mencit hingga dosis maksimal yang dapat diberikan pada hewan uji yaitu dosis 2000 mg/kgBB ternyata tidak menimbulkan gejala klinis dan tidak menyebabkan kematian pada hewan uji, maka dosis tertinggi tersebut dinyatakan sebagai LD50 semu (LD0) dengan nilai 554,3 g/kgBB. Sediaan suspensi ekstrak serai dapur tidak menimbulkan efek toksik terhadap mencit putih. Ketoksikan akut senyawa yang diuji termasuk dalam kategori relatif tidak berbahaya karena >15 g/kgBB yang artinya relatif aman jika dikonsumsi oleh manusia. Hasil uji statistik dianalisis menggunakan One Way ANOVA untuk menentukan signifikasi statistik antar kelompok hewan uji dan menunjukkan bahwa minuman herbal sediaan suspensi ekstrak serai dapur tidak memberikan efek toksik terhadap mencit putih (Mus musculus) (P<0,05).