Abstract :
Pendidikan di Indonesia diatur diatur secara sistematis sebagai sistem nasional. Tujuan Pendidikan nasional adalah mengembangkan kemampuan, watak dan peradaban bangsa yang bernartabat, sehingga mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan melibatkan parstisipasi semua komponen masyarakat dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan. Peningkatan mutu pendidikan ditentukan oleh kesiapan sumber daya yang terlibat dalam proses pendidikan. Guru merupakan faktor kunci yang mempengaruhi kualitas pendidikan. Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan/Kajian Pustaka (Library Research) yang bersumber dari sastra sebagai objek kajiannya adalah karya sastra berupa kitab hadits yaitu kitab Maroqil Ubudiah karya Imam Nawawi al-Bantani. Dalam penelitian ini, penulis menganalisis: bagaimana Etika Guru dalam kitab Maroqil Ubudiyah Karya Syeikh Nawawi Al Bantani dan bagaimana Relevansinya terhadap Pendidikan Agama Islam. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, Kitab "Maroqil Ubudiyah" karya Syeikh Nawawi al-Bantani menyajikan lima bagian penting mengenai etika guru dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI). Etika tersebut mencakup pengenalan tentang Tazkiyatun Nafs, Pentingnya Ihsan, Perjalanan Spiritual dan Tarbiyah, Penekanan pada Cinta dan Ketaqwaan kepada Allah. Etika guru dalam kitab Maroqil Ubudiyah karya Syeikh Nawawi Al Bantani ini sangat relevan dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI). Selain itu, pemerintah telah mengatur kompetensi guru dalam UU Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen, yang mencakup kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial. Ini menegaskan pentingnya guru memiliki kompetensi yang kuat dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik. Dengan demikian, etika guru yang mencakup aspek moral, spiritual, dan profesional sangat relevan dalam konteks pendidikan agama Islam.