DETAIL DOCUMENT
KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI DALAM IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS KURIKULUM MERDEKA DI SMAN 1 TAMBAKREJO
Total View This Week0
Institusion
Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri
Author
QIBTIYAH, LAILATUL
Subject
370 Pendidikan 
Datestamp
2023-09-09 07:20:19 
Abstract :
Perubahan kurikulum seringkali menjadi tantangan yang signifikan bagi para guru karena dengan perubahan kurikulum berarti guru harus mempelajari materi baru, strategi pengajaran baru, atau pendekatan pembelajaran baru. Guru perlu menghabiskan waktu untuk melakukan penelitian, mengembangkan rencana pembelajaran, dan menyesuaikan materi pelajaran agar sesuai dengan kurikulum baru. Selain itu, pergantian kurikulum menyebabkan guru harus menyesuaikan kompetensinya, terutama kompetensi pedagogik. Tujuan penelitian dalam skripsi ini mencakup dua hal yaitu mendeskripsikan kompetensi pedagogik guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dalam implementasi pembelajaran berbasis kurikulum merdeka dan mendeskripsikan tantangan dan hambatan dalam implementasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti berbasis kurikulum merdeka di SMAN 1 Tambakrejo. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian field research. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi data. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Penelitian ini memperoleh kesimpulan bahwa: 1) Kompetensi pedagogik guru PAIBP di SMAN 1 Tambakrejo adalah memahami karakteristik peserta didik, mampu merancang pembelajaran dengan menyusun modul ajar, melaksanakan pembelajaran yang memdidik dan dialogis, mengevaluasi pembelajaran dan mampu mengembangkan potensi yang dimiiki peserta didik. 2) Tantangan yang dihadapi dalam implementasi kurikulum merdeka pada pembelajaran PAIBP di SMAN 1 Tambakrejo adalah pemahaman dan persiapan guru tentang konsep dan prinsip kurikulum merdeka, pemilihan staf pengembangan kurikulum, memastikan tersedianya sumber daya yang diperlukan, mendorong partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran, dan membangun kebijakan lingkungan sekolah yang mendukung pembelajaran kurikulum merdeka. Sedangkan hambatannya adalah kurangnya pemahaman guru dan peserta didik, keterbatasan sumber daya, kebijakan evaluasi yang berbeda dengan pendekatan evaluasi sebelumnya dan tidak semua guru mempraktekkan pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum merdeka. 
Institution Info

Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri