Abstract :
Pendidikan yakni salah satu tatanan pengaktualan peradaban insan yang dinamis serta alat kemajuan. Taqrib merupakan kitab/buku acuan dalam pembelajaran fiqih dasar yang sangat penting untuk diajarkan di pondok pesantren. Dalam proses pembelajaran penting untuk mempelajari, memahami dan menguasai ilmu Fikih serta menggunanakannya dalam penguraian masalah sehari-hari. Sebagian besar siswa PDF Ulya Muhadloroh as Syamsuriyah sebagai subjek penelitian ini, pastinya akan menghadapi macam-macam problematika masyarakat. Namun sebab rendahnya kemampuan siswa dalam penguraian masalah sehingga hasil penyelesaian problematika masyarakat dapat dipastikan kurang tepat. Dengan memakai cara problem solving yang dikemas dalam kegiatan musyawarah Taqrib diharapkan dapat meningkatkan kepiawaian peserta didik dalam penyelesaian masalah. cara problem solving amat potensial buat melatih anak didik berpikir inovatif dalam mendapati bermacam kasus. Peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui wawancara yang mendalam, observasi, dan dokumentasi informan dalam penelitian ini adalah mudir PDF Ulya Muhadloroh as Syamsuriyah, Guru mata Pelajaran Fikih, ketua LBM, panitia musyawarah Taqrib, Subbanul Yaum dan siswa PDF Ulya Muhadloroh as Syamsuriyah. Peneliti menggunakan teknik analisis data, meliputi reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan pengecekan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) Musyawarah Taqrib merupakan terobosan yang dilakukan oleh PDF Ulya Muhadloroh as Syamsuriyah Pekuwon Rengel Tuban untuk melatih siswa terbiasa menangani masalah yang terjadi pada masyarakat, khususnya masalah yang terjadi pada hukum Fikih. Pelaksanaanya dengan bekerja sama dengan LBM yang berada diponpes Tarbiyatul Ulum. Partisipannya yaitu moderator, notulen, peserta, perumus dan mushohih (2) resensi dalam musyawarah Taqrib adalah (kelebihan) Menyelesaikan masalah secara logis dan realistis serta menjadikan siswa berani dan percaya diri dalam mengutarakan pendapat. (kekurangan) tingkat kemahiran siswa yang berfariasi dan kefokusan di dalam kelas dikhawatirkan terganggu.