Abstract :
Menurut survei terhadap proses pembelajaran yang dilakukan selama ini, pembelajaran berpusat pada guru. Guru akan selalu menyajikan konten dalam ceramah, kemudian memberikan contoh dan latihan soal untuk siswa. Siswa hanya mengambil informasi guru dalam prosedur ini secara pasif. Wawancara dengan tutor dilakukan untuk mempelajari alasan mengapa siswa tidak memiliki potensi penuh untuk berpikir kreatif.
Berdasarkan uraian diatas permasalahn pokok dalam penelitian ini adalah : Bagaimana Implementasi FGD untuk meningkatkan pemahaman Siswa terhadap mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti di SMAN 1 Kalitidu
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumumpulan datanya diperoleh dari wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Bedasarkan hasil penelitian yang di lakukan didapatkan hasil : (1) Memulai pertanyaan yang sifatnya umum kemudian menjurus kepada permasalahan yang khusus yan akan di bahas secara mendalam. Fasislitator menyampaikan topik- topik diskusi sesuai dengan panduan diskusi untuk di diskusikan peserta. Fasilitator mengarahkan kelompok dengan baik. Pelaksanaan Focus Group Discussion mengikuti prinsip-prinsip dan mengikuti panduan diskusi yang sudah di siapkan. Melakukan teknik-teknik diskusi yang di butuhkan untuk memandu diskusi dengan baik, beberapa teknik yang di gunakan dalam Focus Group Discussion.(2) Untuk dapat meningkatkan hasil belajar siswa sesuai dengan apa yang diharapkan, guru menilai dari 2 aspek yaitu dari keaktifan diskusi dan menjawab pertanyaan. Jika terdapat kekurangan atau kesalahan pada unsur-unsur tersebut,maka tidak akan diperoleh hasil belajar yang maksimal sesuai dengan apa yang diharapkan. Berdasarkan teori-teori sebelumnya, dapat diartikan bahwa media gambar akan berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar siswa jika didukung dengan langkah pemilihan dan penerapan yang sesuai. Pemilihan dan penerapan media gambar yang tepat mampu meningkatkan hasil belajar siswa