Institusion
Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri
Author
SHOFIAH, SITI AMINATUS
Subject
610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan
Datestamp
2023-09-10 21:21:05
Abstract :
Penuaan kulit terjadi karena radikal bebas. Radikal bebas mampu dinetralisir dengan antioksidan. Dalam penggunaan antioksidan diperlukan kosmetik anti-aging yang dapat merawat kulit wajah. Salah satu jenis sediaan yang digunakan adalah gel. Sediaan gel moisturizer anti-aging yang dilaporkan menggunakan ekstrak kulit bawang merah dengan kategori antioksidan lemah, Gel ekstrak benalu kopi sebagai anti-aging dapat digunakan sebagai anti-aging. Gel moisturizer ekstrak biji buah kebiul menunjukkan hasil dapat melembabkan kulit, dan sediaan spray gel ekstrak kulit jeruk manis sebagai anti-aging dengan kategori aktivitas antioksidan lemah. Oleh karena itu dibuat sediaan gel moisturizer anti-aging ekstrak daun sukun untuk melihat hasil evaluasi sediaan dan kandungan aktivitas antioksidannya. Ekstrak daun sukun dibuat dengan metode maserasi selama 3x24 jam menggunakan pelarut etanol 96%. Gel moisturizer anti-aging dibuat empat formulasi konsentrasi ekstrak F0 0%, F1 10%, F2 15%, dan F3 20%. Hasil uji karakteristik sediaan dapat digunakan sediaan gel moisturizer anti-aging yang memenuhi standar SNI sediaan topikal. Gel moisturizer anti-aging berbentuk semi solid, berwarna kuning kehijauan, memiliki aroma khas daun sukun. Sediaan bersifat homogen. Sediaan yang dibuat memiliki nilai pH antara 4,77 - 5,70 sesuai pH sediaan topikal, daya sebar antara 5-7 cm. Sediaan tidak bersifat iritan, serta mampu melembabkan kulit. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Hasil uji aktivitas antioksidan menyatakan pada formulasi F3 mempunyai antioksidan kuat, formulasi F2 sedang, formulasi F1 lemah, dan formulasi F0 lemah. Formulasi sediaan gel moisturizer anti-aging yang terbaik pada formulasi F3 dengan antioksidan kuat.