Abstract :
Daun binahong merah (Anredera cordifolia) sering digunakan sebagai obat tradisional. Beberapa faktor dapat mempengaruhi proses ekstraksi meliputi waktu dan kepolaran pelarut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan daun binahong merah (Anredera cordifolia) dengan pelarut etanol, etil asetat dan n-heksan dan untuk mengetahui aktivitas antioksidan daun binahong (Anredera cordifolia) dengan perbedaan waktu ekstraksi. Daun binahong merah (Anredera cordifolia) diekstraksi dengan metode maserasi dengan 9 jenis perlakuan meliputi daun binahong yang diekstraksi menggunakan pelarut etanol, n-heksan dan etil asetat.dengan waktu 3 hari, 5 hari dan 7 hari. Kemudian dilakukan uji skrinning fitokimia dan uji aktifitas antioksidan dengan metode DPPH. Hasil uji skrinning fitokimia pada ekstrak daun binahong merah (Anredera cordifolia) dengan perbedaan pelarut dan waktu ekstraksi diperoleh hasil dengan perbedaan yang signifikan pada hasil uji saponin dan uji triterpenoid/steroid. Aktivitas antioksidan daun binahong (Anredera cordifolia) dengan perbedaan dengan jenis pelarut etanol, etil asetat dan n-heksan dengan variasi lama waktu ekstraksi 3,5 dan 7 hari diperoleh hasil nilai paling tinggi 95,70 ?g/mL yang dikategorikan kuat pada pelarut etanol dengan variasi lama waktu ekstraksi 3 hari. Berdasarkan penelitian aktivitas antioksidan daun binahong (Anredera cordifolia) menyatakan perbedaan secara signifikan yang terdapat pada nilai paling tinggi yaitu pada penggunaan pelarut etanol, pelarut etil asetat dan perlarut n-heksan diperoleh menunjukan kategori sedang. Sedangkan pada aktivitas antioksidan daun binahong (Anredera cordifolia) pada pengaruh lama waktu ekstraksi 3,5 dan 7 hari diperoleh hasil yang tidak terdapat perbedaan secara signifikan dan terdapat pengaruh terhadap aktivitas antioksidan.