Institusion
Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri
Author
Musthofa, Mochamad Charis
Subject
610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan
Datestamp
2023-09-14 05:27:16
Abstract :
Kosmetik telah menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia, karena dapat meningkatkan kecantikan seseorang dan menjaga kesehatan kulit. Namun, dalam praktiknya kosmetik yang ditemukan di pasaran masih mengandung bahan kimia berbahaya. Efek negatif kosmetik yang mengandung bahan kimia berbahanya bagi kesehatan diataranya hidrokuinon yang memiliki dampak samping pengelupasan kulit jadi bercorak kemerahan serta menipis. Bersumber pada perihal tersebut wajib untuk tidak menggunakan zat kimia dalam kosmetik yang bisa menimbulkan terbentuknya iritasi pada kulit. Penggunaan kosmetik alami yang terbuat dari bahan-bahan alami lebih dianjurkan. Penelitian ini memanfaatkan daun jelatang yang dibuat dalam sediaan krim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak etanol daun jelateng dapat digunakan sebagai krim antioksidan, untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak daun jelateng sebagai sediaan krim terhadap nilai antioksidan, dan untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu stabilitas fisik antioksidan pada sediaan krim anti aging. Metode yang digunakan dalam ekstraksi adalah maserasi. Pembuatan sediaan krim menggunakan O/W. Untuk mengetahui kandungan metabolit sekundernya menggunakan metode skrining fitokimia dan uji aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode DPPH. Hasil yang diperoleh yaitu dari 400gr serbuk simplisia daun jelatang yang direndam dengan 1.600 ml pelarut etanol 95% dengan jangka waktu 3×24 jam menghasilkan berat ekstrak 89,64 gr sehingga diperoleh rendemen ekstrak yaitu 9,92%. Sediaan krim ekstrak daun jelatang dibuat dengan 4 formulasi yang berbeda yaitu F0 = 0%, FI = 5%, FII = 10%, dan FIII = 15%. Dari masing masing formulasi, digunakan formulasi 0 sebagai formulasi kontrol. Krim yang diperoleh memiliki warna putih susu, berbentuk kental semi padat, homogen dan didapat pH yaitu berkisar 5-6. Kesimpulannya adalah Sediaan krim dapat dilakukan menggunakan ekstrak etanol daun jelatang dengan formulasi I sebanyak 1gr serbuk simplisia, formulasi II sebanyak 2 gr dan formulasi III sebanyak 3 gr simplisia ekstrak etanol daun jelatang. Hasil evaluasi sediaan krim ekstrak daun jelatang (Urtica Dioica L.) memiliki karakteristik berbentuk semisolid, berwarna hijau kecoklatan, berbau khas ekstrak daun jelatang, memiliki pH dengan rentang 5-6, tingkat homogenitas baik, dan memiliki rata-rata daya sebar sebesar 5-6 cm. Sediaan yang didapat positif memiliki khasiat sebagai antioksidan tinggi pada FII dan FIII sedangkan pada FI memiliki antioksidan rendah.