Abstract :
Jagung merupakan salah satu komoditas serealia yang mempunyai peran yang strategis dan berpeluang untuk dikembangkan karena perannya sebagai sumber utama karbohidrat dan protein setelah beras. Kulit jagung berlimpah namun masih sedikit yang mengelola hal tersebut. kandungan yang ada dalam kulit jagung bisa digunakan menjadi adsorben. kulit jagung dimanfaatkan sebagai adsorben yang menghasilkan efisiensi penyerapan logam besi dan kapasitas adsorpsi sebesar 0,499 mg Fe/g. Kulit jagung juga di manfaatkan sebagai adsorpsi pada air limbah laundry untuk menyisihkan fosfat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh variasi ukuran ayakan 60 dan 100 mesh karbon aktif dari kulit jagung terhadap morfologi nano karbon aktif sebagai bahan bioadsorben dan mengetahui morfologi nano karbon aktif dan kulit jagung untuk bahan bioadsorben. Dalam penelitian ini dilakukan pengujian laboratorium berupa uji karakterisasi morfologi menggunakan SEM. dari penelitian ini yang mendapatkan hasil yang bagus ialah dengan menggunakan variasi mesh 100 karena permukaan lebih berpori.