DETAIL DOCUMENT
TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARIAH TERHADAP TANGGUNG JAWAB PENGUSAHA KARTU UNDANGAN YANG RUSAK SEBELUM DITERIMA KONSUMEN DI PERCETAKAN RR DESA JATI GEDE
Total View This Week0
Institusion
Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri
Author
KHARISMA, MEGA
Subject
297.63 Ekonomi Islam, Sistem Ekonomi Islam 
Datestamp
2023-09-16 02:03:35 
Abstract :
Jual beli secara online membuat masyarakat merasakan kemudahan teknologi pada zaman modern, salah satunya jual beli online sama dengan jual beli pesanan atau disebut jual beli salam, dalam jual beli pesanan di percetakan RR ini terdapat permasalahan bahwa ada kerusakan dan ketidak sesuaian barang yang dipesan oleh pembeli sehingga menimbulkan kerugian bagi pembeli. Adanya kesepakatan yang telah dilanggar oleh penjual sehingga mengakibatkan kartu undangan rusak sebelum sampai ke pembeli dan kartu undangan yang dikirim tidak sesuai dengan yang di tawarkan saat jual beli bahwa ada ketidak jujuran dalam proses penawaran. Tujuan dari penelitian ini untuk menjawab pertanyaan tentang praktik terjadinya tanggung jawab pengusaha terhadap kartu undangan yang rusak sebelum diterima konsumen dan tinjauan hukum ekonomi syariah terhadap tanggung jawab pengusaha terhadap kartu undangan yang rusak sebelum diterima konsumen di percetakan RR Desa Jati Gede dengan menggunakan teori akad salam dan mus?wamah (tawar-menawar). Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Karena penelitian ini termasuk jenis penelitian lapangan maka dalam metode pengumpulan data di penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi dan pengolahan data-datanya bersumber dari lapangan yang digunakan sebagai lokasi penelitian dengan peneliti melakukan interaksi dan penggalian dokumen yang dibutuhkan. Berdasarkan hasil penelitian, praktik terjadinya tanggung jawab pengusaha terhadap kartu undangan yang rusak sebelum diterima konsumen penjual telah melanggar kesepakatan dalam proses pembungkusan tidak diberikan lapisan dengan bubble warp dan kartu undangan yang dikirim tidak sesuai spesifikasi kartu undangan yang di tawarkan saat jual beli. Dalam hal ini penjual menyembunyikan kartu undangan yang tidak sesuai pesanan tetap di kirim ke pembeli dan tidak bertanggung jawab atas ketidak sesuaian kartu undangan tersebut. Ditinjau dari akad salam menunjukkan bahwa praktik jual beli di percetakan RR belum sesuai dengan rukun dan syarat musl?m f?h, sedangkan dalam teori mus?wamah (tawar-menawar) juga belum sesuai karena penjual tidak melaksanakan perjanjian yang telah disepakati saat akad yang membuat kartu undangan cacat atau rusak dan belum terpenuhinya prinsip kejujuran dalam proses tawar-menawar bahwa penjual menyembunyikan kartu undangan yang tidak sesuai dengan pesanan. Bahwa dalam mus?wamah tidak boleh bersikap batil yang merugikan salah satu pihak dan harus jujur dalam menjelaskan kualitas barang. Kata Kunci: Akad Salam, Tawar-menawar (Mus?wamah), Ketidaksesuaian dan Kerusakan. 
Institution Info

Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri