Institusion
Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri
Author
ADINDA VIRNA NUVINTA (STUDENT ID : 201655010104181)
Aya Mamlu’ah (LECTURER ID : 2126079004)
Subject
370 Pendidikan
Datestamp
2022-01-26 02:52:44
Abstract :
Higer Order Thingking Skills adalah keahlihan yang meliputi kemampuan seseorang untuk berpikir secara kritis, logis, reflektif, metakognitif, dan kreatif. Maksudnya belajar tidak sekedar menerima transferan ilmu dari sumber ilmu, akan tetapi bagaimana seseorang melakukan tindakan dan berperilaku dengan dasar ilmu baru yang diperolehnya. Karaktertisitik keuletan pada peserta didik terletak pada sikap dan tingkah laku yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Akan tetapi hal ini tidak akan berdampak positif jika tidak ada keseimbangan dengan pembelajaran Aqidah Akhlak karena sikap optimis yang berlebihan akan menimbulkan dampak kesombangan bagi peserta didik. Berpijak dari uraian tersebut permasalahan penelitian diatas adalah (1) Bagaimana Implementasi Higer Order Thingking Skill dan karakteristik Sikap Ulet pada siswa kelas VII MTs Wasilatul Huda Dukohkidul Ngasem Bojonegoro.(2) Apa Kendala dan Solusi dalam Implementasi Higer Order Thingking skill dalam Pembelajaran Aqidah Ahklak dikelas VII MTs Wasilatul Huda Dukohkidul Ngasem Bojonegoro. Metode penelitian yang digunakan jenis deskriptif kualitatif, dimana peneliti membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual, dan akurat. Yang diperoleh berdasarkan teknik pengumpulan data berupa hasil observasi, wawancara, serta studi dokumentasi. Kemudian dianalisis dalam bentuk uraian deskriptif. Dari hasil penelitian diperoleh sebuah kesimpulan bahwa: (1) penerapan Higer Order Thingking Skill kelas VII di MTs Wasilatul Huda guru selain berperan sebagai pendidik juga memerankan perannya sebagai fasilitator, Karakteristik keuletan pada siswa terletak pada metode tutor sebaya yang mana akan memunculkan sikap percaya diri, pantang menyerah disertai kemauan keras dalam usaha mencapai tujuan dan cita-cita (2) Kendala dalam penerapan Higer Order Thingking Skill terletak pada tingkat kemampuan peserta didik yang berbeda-beda dan pelaksanaan apersepsi yang sulit dijalankan, solusi yang didapat antara lain memperhatikan kondisi dan perkembangan kesehatan fisik dan mental peserta didik, terus menerus memberikan motivasi, menampilkan sebuah vedio yang berkaitan dengan materi, membuat kuis, games atau permainan.