Abstract :
Data publikasi BPS Kabupaten Bojonegoro tahun 2022 ada 1,261 tenaga kesehatan yang tersebar di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Bojonegoro. Penduduk Kabupaten Bojonegoro yang terinfeksi penyakit kronis termasuk tuberkulosis cukup banyak di semua kecamatan yang ada. Penyakit menular ini tentu sangat menganggu aktivitas, dan berpotensi meningkatkan angka kematian di Kabupaten Bojonegoro. Untuk mengatasi kasus penyakit kronis diperlukan adanya perhatian yang lebih intens dari pemerintah dan juga masyarakat Kabupaten Bojonegoro agar mencapai tingkat kesehatan yang lebih baik. Metode K-Means dan Fuzzy C-Means pada penelitian ini akan dilakukan berdasarkan studi kasus dan data yang real berupa data jumlah kasus penyakit tuberkulosis dan tenaga kesehatan di semua kecamatan yang ada di Kabupaten Bojonegoro. Dengan membagi data ke dalam tiga karakteristik yang berbeda dapat membantu pemerintah kabupaten Bojonegoro dalam melakukan pengelompokkan suatu wilayah atau kecamatan yang daerah atau kecamatan tersebut yang memiliki jumlah pasien penderita penyakit tuberkulosis serta jumlah tenaga kesehatan. Selain itu pemerintah juga dapat melakukan evaluasi terhadap wilayah atau kecamatan yang memiliki angka jumlah kasus yang tinggi. Dari hasil klasterisasi pada penelitian ini peneliti mendapat 4 cluster dengan karakteristik yang berbeda di setiap clusternya yaitu rendah, tinggi , dan sedang