Abstract :
Pemain bulutangkis usia 7-9 tahun masih kesulitan dalam melakukan pukulan lob, mereka melakukan pukulan lob yang hasilnya tidak melambung tinggi dan cenderung tanggung. Untuk mengatasi hal tersebut dapat diberikan treatment latihan lempar shuttlecock. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan lempar shuttlecock untuk meningkatkan power lengan pukulan lob pemain bulutangkis usia 7-9 tahun di PB. Angkling Kusuma Bojonegoro. Jenis penelitian ini adalah eksprerimen dengan desain ?one group pre-test post-test design?. Populasi dalam penelitian ini adalah pemain bulutangkis PB. Angkling Kusuma Bojonegoro yang berusia 7-9 tahun berjenis kelamin laki-laki dan perempuan yang berjumlah 8 atlet, teknik pengambilan sampel yaitu total sampling maka sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh populasi yang berjumlah 8 atlet. Instrument yang digunakan adalah tes kemampuan lob (French Test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh latihan lempar shuttlecock terhadap peningkatan power lengan pukulan lob pada pemain bulutangkis usia 7-9 tahun di PB. Angkling Kusuma Bojonegoro. Hasil tersebut dapat dibuktikan t hitung 13,805 > t tabel 2,36, dan nilai signifikan 0,000 < 0,05, dengan kenaikan presentase sebesar 16,5%.