Institusion
Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri
Author
MAULANA, WILIS
Subject
610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan
Datestamp
2023-09-21 02:26:12
Abstract :
Tanaman jelatang merupakan salah satu tanaman yang berkasiat sebagai obat. Tanaman obat ini memiliki spesies yang paling banyak dikenal dalam genus Urtica. Ekstrak dari tanaman jelatang memiliki berbagai efek pengobatan diantaranya antiagregan, antihiperglikemik, bradikardial, diuretik, dan hipotensif. Namun, tanaman jelatang juga diketahui memiliki efek toksik pada sistem saraf pusat dan tepi, sistem kardiovaskular, serta sistem pernafasan. Uji awal untuk mendeteksi kemampuan ekstrak daun jelatang sebagai obat harus dilakukan uji keamanan dengan menentukan nilai toksisitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat Toksisitas Ekstrak Etanol Daun Jelatang (Urtica Dioica L.) Dengan Metode BSLT Terhadap Larva Udang (Artemia salina Leach), untuk mengetahui tingkat Toksisitas Ekstrak Etil asetat Daun Jelatang (Urtica Dioica L.) Dengan Metode BSLT Terhadap Larva Udang (Artemia salina Leach), dan mengidentifikasi perbandingan tokisisitas daun Jelatang (Urtica Dioica L.) dengan menggunakan pelarut etanol dan etil asetat. Penelitian ini menggunakan metode skrining fitokimia untuk menentukan kandungan etabolit sekunder dan metode BSLT dengan menghitung nilai LC?? untuk menentukan toksisitas. Hasil yang diperoleh yaitu ekstrak etanol daun jelatang yang didapatkan memiliki warna hijau muda dan memiliki terkstur lebih cair. Sedangkan pada ekstrak etil asetat memiliki warna yang lebih hijau kecoklatan. Dari uji skrining fitokimia ekstrak etanol daun jelatang memiliki kandungan senyawa yaitu alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Sedangkan etil asetat mengandung alkaloid dan steroid. Hasil uji toksisitas pada ektrak etanol daun jelatang sangat toksik pada konsentrasi 500 ppm sampai 1000 ppm, sedangkan pada konsentrasi 10 ppm sampai 50 ppm sesuai dengan nilai LC??. Dengan diperoleh nilai LC?? sebesar 114,776 ppm. Sedangkan ekstrak etil asetat daun jelatang data yang diperoleh menunjukkan bahwa 1000 ppm pada ekstrak etil asetat daun jelatang sangat toksik, namun pada konsentrasi 10 ppm sampai 100 ppm hasilnya sesuai dengan nilai dari LC??. Kesimpulannya adalah Tingkat toksisitas ekstrak etanol daun jelatang (Urtica Dioica L.) dengan metode BSLT terhadap larva udang (Artemia Salina Leach) sebesar 114,776 ppm. Tingkat toksisitas ekstrak etil asetat daun jelatang (Urtica Dioica L.) dengan metode BSLT terhadap larva udang (Artemia Salina Leach) sebesar 522,709 ppm. Perbandingan toksisitas ekstrak daun jelatang dengan menggunakan pelarut etanol dan etil asetat yaitu ekstrak etanol daun jelatang lebih toksik dari pada ekstrak etil asetat daun jelatang