DETAIL DOCUMENT
CLUSTERING DAERAH RAWAN STUNTING DI JAWA TIMUR MENGGUNAKAN ALGORITMA K-MEDOIDS
Total View This Week0
Institusion
Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri
Author
SARETA, LILI EKA
Subject
003.56 Decision Theory/Teori Pengambilan Keputusan 
Datestamp
2024-07-31 01:55:25 
Abstract :
Tercatat oleh kementrian kesehatan pada tahun 2021 sampai 2022 penurunan stunting di Indonesia sebesar 2,8%, dan target yang diinginkan penurunan sebesar 2,7% disetiap tahunnya. Dengan demikian upaya untuk menurunkan angka stunting bisa mencapai 14% pada tahun2024 nantinya sesuai target RPJMN. Menurut survei gizi di Indonesia Jawa Timur memiliki pravalensi stunting sebesar 19,2% pada tahun 2022, sedangkan pada tahun sebelumnya 2021 mencapai 23,5% hal ini membuktikan bahwa Jawa Timur mengurangi tingkat prevalensi sebesar 4,3 poin. Dalam penelitian ini dilakukan clustering untuk mengetahui daerah mana saja yang memiliki resiko stunting. Penelitian menggunakan dataset gizi balita di Jawa Timur pada tahun 2022 yang dapat diakses melalui sebuah website resmi opendatajatim. Data berjumlah 38 kabupaten/kota dan memiliki 3 atribut yaitu balita gizi kurang, balita pendek dan balita kurus. Perhitungan clustering menggunakan algoritma K-Medoids dengan uji metode menggunakan Silhouette Coefficient. Data di cluster menjadi 2 yaitu C1 (resiko tinggi) dan C2 (resiko rendah). Hasil dari perhitungan ini yaitu C1 sebanyak 26 daerah dengan kategori daerah tinggi resiko stunting dan C2 sebanyak 12 daerah dengan kategori daerah rendah resiko stunting. Sedangkan hasil pengujian silhouette yaitu 0,367867 yang menunjukkan bahwa nilai pengujian Silhouette Coefficient kurang baik. 
Institution Info

Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri