Institusion
Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri
Author
ERLYTA MILA ADRIASTY KHOSI’IN (STUDENT ID : 201655010104167)
Yogi Prana Izza (LECTURER ID : 0731127601)
Subject
150 Psikologi (ilmu jiwa)
Datestamp
2022-04-05 03:46:29
Abstract :
Kesehatan jasmani dan rohani atau kesehatan fisik dan mental sangatlah didambakan oleh semua manusia. Keterkaitan antara kejiwaan dan agama sangatlah dalam, agama sebagai keyakinan dan kesehatan dalam jiwa terletak pada sikap penyerahan diri seseorang terdapat zat yang maha kuasa, sehingga muncul perasaan positif seperti rasa bahagia, rasa senang, puas, sukses, merasa dicintai atau rasa aman. Sikap emosi yang demikian merupakan bagian dari asasi manusi sebagai makhluk yang ber-Tuhan. Beberapa orang beranggapan bahwa perbaikan spiritual adalah solusi untuk mengatasi gangguan jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan peran pendidikan agama Islam dalam merehabilitasi psikologis orang dengan gangguan jiwa, dengan sub fokus mencakup : 1) bentuk-bentuk pendidikan agama Islam dalam merehabilitasi orang dengan gangguan jiwa, dan 2) sejauh mana hasil pendidikan agama Islam dalam merehabilitasi psikologis orang dengan gangguan jiwa. Penelitian ini menggunakan pendekatan library research (pustaka). Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer yang meliputi skripsi, jurnal dan data sekunder berupa buku-buku, karya ilmiah yang revelan dengan penelitian ini. Teknik pengumpulan data dilakukan secara dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik deskriptif analitis, dengan cara mengurutkan data ke dalam pola, kategori, dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan. Hasil penelitian penelitian menunjukan bahwa : 1) bentuk-bentuk pendidikan agama Islam dalam merehabilitasi psikologis orang dengan gangguan jiwa antara lain zikir, wudhu, shalat, dan membaca Al-Qur?an. 2) hasil pendidikan agama Islam dalam merehabilitasi orang dengan gangguan jiwa yaitu, 5 pasien yang mengalami halusinasi pendengaran yang dapat teratasi dengan hasil frekuensi berkurang, durasi berkurang, gejala halusinasi berkurang serta mengalami ketentraman jiwa, pasien yang memiliki tingkat kesembuhan 50% mampu kembali menjalani hidup normal dalam masyarakat, 5 pasien penderita skizofrenia menjadi lebih membaik dilihat dari tindak-tindakannya yang mencerminkan nilainilai agama, bagi pasien depresi, mood dan kecemasan, stres, gangguan disintegratif anak dan gangguan rett memiliki kepercayaan diri untuk memulai kembali kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya mampu mengendalikan diri, terlihat nyaman, fresh dan rileks.