DETAIL DOCUMENT
PEMODELAN REGRESI KUANTIL PADA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI JUMLAH PENDUDUK MISKIN DI PROVINSI JAWA TIMUR
Total View This Week0
Institusion
Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri
Author
HUDA, TISA DWI JULIANTI
Subject
330 Ekonomi 
Datestamp
2024-08-03 06:38:08 
Abstract :
Jawa Timur memiliki pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Jawa setelah DKI Jakarta Tetapi di sisi lain, jumlah penduduk miskin di Jawa Timur tahun 2023 sebesar 4,189 juta jiwa yang berarti Jawa Timur merupakan provinsi dengan jumlah penduduk miskin terbanyak di Pulau Jawa. Untuk mengetahui permasalahan jumlah penduduk miskin dapat menggunakan metode salah satunya adalah analisis regresi. Dalam kasus jumlah penduduk miskin di jawa timur terdapat data outlier, sehingga untuk mengatasi hal tersebut digunakan metode regresi kuantil. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengelompokkan jumlah penduduk miskin di Provinsi Jawa Timur berdasarkan model regresi kuantil. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Regresi Kuantil dengan pengujian asumsi dan menggunakan tiga nilai kuantil yaitu 0,25, 0,50 dan 0,75. Data sekunder didapatkan dari web Badan Pusat Statistik Jawa Timur yang meliputi data jumlah penduduk miskin di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2023 dan variabel yang mempengaruhi yaitu rata-rata lama sekolah (RLS), tingkat pengagguran terbuka (TPT), tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK), angka harapan hidup (AHH), dan pengeluaran perkapita (PPK). Hasil dari kajian ini diketahui bahwa dari model regresi kuantil dari tiga nilai kuantil variabel yang berpengaruh signifikan yaitu rata-rata lama sekolah. Kesimpulan yang didapatkan dari kajian ini adalah faktor yang memberikan pengaruh terhadap jumlah penduduk miskin di tiap Kabupaten/Kota yaitu rata-rata lama sekolah yang mana dapat di kelompokkan menjadi 4 kategori yaitu (rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi). Dari hasil pengelompokkan dapat diketahui bahwa terdapat 3 kabupaten/kota yang tergolong ke dalam kategori jumlah penduduk miskin rendah, 16 kabupaten/kota tergolong ke dalam kategori jumlah penduduk miskin sedang, dan 19 kabupaten/kota tergolong ke dalam kategori jumlah penduduk miskin tinggi. 
Institution Info

Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri