Abstract :
Perkembangan zaman dan teknologi kian membawa berbagai pengaruh dalam kehidupan, terutama dalam penggunaan media sosial dan media pembelajaran berbasis teknologi. Namun, tidak semua dari kita dapat memanfaatkan perkembangan ini dengan baik. Banyak orang terutama anak remaja yang tidak dapat memanfaatkan media sosial dengan semestinya, selain itu juga ada beberapa lembaga sekolah yang belum mampu memanfaatkan peran teknologi dengan baik terutama dalam proses pembelajaran PAI dan Budi Pekerti. Seperti halnya di SMAN 1 Ngraho, penggunaan media pembelajaran yang sering digunakan selama ini, hanya terbatas pada buku ajar yang telah disediakan, sehingga menjadikan peserta didik lebih cepat bosan, kurang termotivasi dan kurang aktif dalam belajar. Oleh karena itu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengembangan dan kelayakan media pembelajaran interaktif berbasis aplikasi pear deck pada mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti materi adab menggunakan media sosial. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation (ADDIE). Penelitian ini menggunakan teknik analisis data kualitatif dari hasil wawancara dan kuantitatif dari hasil angket validasi ahli media dan ahli materi serta angket respon pendidik dan peserta didik pada uji coba skala kecil dan skala besar. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, penelitian ini menghasilkan sebuah produk media pembelajaran interaktif berbasis aplikasi pear deck pada mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti materi adab menggunakan media sosial kelas XI. Media tersebut dikembangkan dengan tahapan analisis, perancancangan, pembuatan atau pengembangan, pengimplementasian dan evaluasi. Media tersebut, memperoleh nilai sebesar 90% dari ahli media dan ahli materi dengan kategori sangat layak. Respon peserta didik pada uji coba skala kecil sebesar 83% dan pada uji coba skala besar sebesar 85% dengan kategori baik, serta respon pendidik sebesar 94% dengan kategori sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan oleh peneliti dinyatakan layak untuk digunakan.