Abstract :
Perilaku prososial adalah sikap atau tindakan responsif yang menyenangkan hati seseorang dengan tulus. Suasana hati adalah gambaran perasaan atau emosi dalam jiwa yang tidak menentu dan dapat berubah-ubah, remaja milenial di era digital memiliki perilaku prososial yang rendah hingga cenderung malas untuk menolong sesama pada lingkungan sekitar. Oleh karena itu perilaku prososial dalam diri siswa sangatlah penting ditanamkan agar dapat tercapai perkembangan sosial yang optimal sebagai remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi keefektifan teknik kontrak perilaku (behavioral contract) yang diterapkan melalui bimbingan kelompok dalam meningkatkan perilaku prososial di kalangan siswa SMP Negeri 6 Bojonegoro. Perilaku prososial, yang mencakup tindakan-tindakan seperti berbagi, bekerjasama, menolong, jujur,dan dermawan adalah komponen penting dalam perkembangan sosial dan emosional siswa. Teknik behavioral contract dipilih karena pendekatan ini memungkinkan siswa untuk berpartisipasi aktif dalam menetapkan tujuan dan konsekuensi dari perilaku mereka, yang diharapkan dapat memotivasi perubahan positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran tingkat rendahnya perilaku prososial siswa SMP Negeri 6 bojonegoro yaitu 1,8% kategori rendah, 46% kategori sedang dan 52,2% kategori tinggi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif eksperimen dengan metode pre-experimental design, desain yang digunakan adalah one group pre-test post-test design yang diartikan sebagai perbandingan sebelum dan sesudah diberikan layanan. Dimana penelitian ini melibatkan 10 responden sebagai sampel. Hasil penelitian ini menunjukkan setelah pemberian pre-test bahwasannya skor perilaku prososial mengalami peningkatan yang awalnya 148,2 (kriteria rendah) setelah diberikan layanan menjadi 186 (dengan kriteria tinggi). Meningkatnya sebesar 37,8. dan dari hasil uji t menunjukkan angka yang signifikan antara nilai pre-test dengan post-test dengan nilai signifikansi (2-tailed) p = 0.000 < 0.05 dengan arti hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima yang berarti terdapat perbedaan signifikan tingkat perilaku prososial sebelum dan sesudah diberikan treatment bimbingan kelompok menggunakan teknik behavioral contract.