Abstract :
Kayu putih merupakan tanaman yang mempunyai manfaat beragam dan sudah dari sejak dulu dimanfaatkan masyarakat Indonesia sebagai bahan untuk mengatasi berbagai macam gangguan kesehatan. Daun kayu putih digunakan untuk mengurangi rasa sakit atau pembengkakan akibat gigitan serangga. Daun kayu putih dapat digunakan sebagai Anti Repellent adalah bahan untuk menolak kehadiran dan gigitan nyamuk terhadap manusia. Penggunaan minyak atsiri sebagai penolak serangga secara langsung kurang efektif karena sifat minyak yang mudah menguap, maka perlu dibuat dalam bentuk sediaan lotion yang sesuai agar lebih mudah dipakai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan variasi jumlah triethanolamin terhadap sediaan lotion ekstrak daun kayu putih. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan memandingkan konsentrasi triethanolamin yaitu 0,75% dan 1% dalam sediaan lotion. Setiap formula dilakukan uji organoleptis, uji pH, daya sebar, dan homogenitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa Formula sediaan lotion ekstrak etanol daun kayu putih dengan konsentrasi trietanolamin 0,75 % diperoleh tekstur semi solid bau khas kayu putih dengan hijau kecoklatan, sediaan homogen, pH 5,2, dan daya sebar yang baik. Formula sediaan lotion ekstrak etanol daun kayu putih dengan konsentrasi triethanolamin 1% diperoleh tekstur semi solid bau khas kayu putih dengan warna hijau kecoklatan, sediaan homogen, pH 5,4. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perbandingan konsentrasi triethanolamine yang berbeda, akan menghasilkan pH yang berbeda pula. Dan evaluasi uji sediaan menghasilkan sediaan yang memenuhi SNI.