DETAIL DOCUMENT
TINJAUAN URF TERHADAP BUDAYA PATRIARKI PADA KELUARGA PARENTAL DALAM TRADISI ADAT PERKAWINAN DI KECAMATAN SOKO
Total View This Week0
Institusion
Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri
Author
SAFITRI, DYAH AYU
Subject
306.81 Marriage and Marital Status/Pernikahan, Perkawinan, Status Pernikahan, Status Perkawinan 
Datestamp
2024-08-14 04:12:10 
Abstract :
Salah satu yang menarik dari kebudayaan jawa adalah budaya perkawinannya karena memiliki susunan acara yang sangat detail dalam prosesi-prosesinya. Beberapa kegiatan dalam prosesi perkawinan adat berpotensi adanya budaya patriarki yang terkandung di dalamnya, misalnya budaya lamaran yang mana pihak perempuan melamar terlebih dahulu dan budaya cinjo sepasar. Dari latar belakang di atas rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: bagaimana tinjauan ?urf terhadap bentuk budaya patriarki dalam perkawinan di Kecamatan Soko? dan bagaimana dampak budaya patriarki terhadap status perempuan dalam tradisi perkawinan di Kecamatan Soko?. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui tinjauan ?urf terhadap bentuk budaya patriarki dalam tradisi perkawinan di Kecamatan Soko dan untuk mengetahui dampak budaya patriarki terhadap status perempuan dalam tradisi perkawinan di Kecamatan Soko. Metode dalam penelitian ini ialah penelitian kualitatif, yakni penelitian yang diajukan untuk menguraikan serta menganalisis fenomena, kejadian, aktifitas masyaraka, sikap, keyakinan, anggapan, secara individu maupun kelompok. Pencarian pemahaman mengenai sebuah kejadian dalam setting yang diteliti, kontekstual, serta menyeluruh. Dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: (1) tradisi ngemblok dan cinjo sepasar dilihat dalam ruang lingkupnya termasuk ?urf khas (khusus), dari segi diterimanya termasuk ?urf shahih karena tidak bertentangan dengan syariat Islam. (2) Dampak yang dihasilkan dari budaya patriarki dalam tradisi perkawinan adalah menimbulkan ketidakadilan gender, segi ekonomi, perempuan merasa rendah diri, dampak setelah melangsungkan perkawinan, dan paling parah adalah kekerasan dalam rumah tangga. 
Institution Info

Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri