DETAIL DOCUMENT
PENGARUH AKTIVITAS PONDOK PESANTREN GELAR SEPAPAN TERHADAP ASPEK-ASPEK PSIKORELIGIUS REMAJA DI DESA PEKUWON KECAMATAN RENGEL TAHUN 2020
Total View This Week0
Institusion
Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri
Author
ABDUL MUNIM (STUDENT ID : 201755010104315)
AHMAD MANSHUR (LECTURER ID : 2122037701)
ARI ABI AUFA (LECTURER ID : 2107057802)
Subject
297 Agama Islam, Bab-isme dan keyakinan Bahai 
Datestamp
2022-04-08 14:11:22 
Abstract :
Kenakalan remaja merupakan suatu perilaku sosial yang muncul dan berkembang, yang salah satunya adalah dari kondisi sosial masyarakatyang kurang mendukung bagi perkembangan dan pertumbuhan mental dan kejiwaan remaja, begitu pula dengan remaja di Desa Pekuwon. Kenakalan remaja di desa Pekuwon di pengaruhi oleh budaya-budaya yang tidak sesuai dengan norma masyarakat, yang mana budaya-budaya tersebut di bawah oleh pemuda pekuwon sendiri yang pulang bekerja dari luar negeri dan luar daerah khusunya pulau Bali, dan juga pengaruh dari para pendatang dari daerah lain. Maka bisa ditarik kesimpulan, bahwa semua perilaku yang mengarahkan ke tindakan negatif yang dilakukan oleh remaja, yang bertentangan dengan norma agama, norma masyarakat dan norma sosial meruapan bentuk dari kenakalan remaja. Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis mengangkat masalah yang dirumuskan sebagai berikut:1) Apa aktivitas Pondok Pesantren Gelar Sepapan desa Pekuwon kecamatan Rengel, 2) Apa aspek-aspek psikoreligius Pondok Pesantren Gelar Sepapan desa Pekuwon kecamatan Rengel, 3) Adakah pengaruh aktivitas Pondok Pesantren Gelar Sepapan terhadap aspek-aspek psikoreligius remaja desa Pekuwon kecamatan Rengel. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Untuk mengetahui aktivitas pondok Pesantren Gelar Sepapan desa Pekuwon kecamatan Rengel, 2) Untuk mengetahui aspek-aspek psikoreligius Pondok Pesantren Gelar Sepapan desa Pekuwon kecamatan Rengel, 3) Untuk mengetahui pengaruh aktivitas Pondok Pesantren Gelar Sepapan terhadap aspek-aspek psikoreligius remaja desa Pekuwon kecamatan Rengel. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, yaitu metode penelitian yang digunakan untuk memberikan uraian mengenai gejala, fenomena, atau fakta yang diteliti, tujuannya untuk menguji hipotesis yang sudah ditetapkan. Jenis yang di gunakan pada penelitian ini adalah jenis penelitian asosiatif. Maksudnya penelitian yang tujuannya mengetahui ada tidaknya hubungan variabel satu dengan variabel yuang lain. Perbandingan penelitian asosiatif dengan penelitian deskriptif komperatif, tingkat keakuratannya lebih tinggi penelitian asosiatif dibandingkan dengan penelitian deskriptif komperatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa :1) Aktivitas yang ada di Pondok Pesantren Gelar Sepapan dibagi menjadi tiga yaitu: a) Aktivitas harian yaitu sholat berjama?ah, mengaji Al-Qur?an dan kitab salaf pada ustadz pondok, b) Aktivitas mingguan atau bulanan yaitu mengaji pada pengasuh pondok setiap malam selasa, dzibaiyyah dan kegiatan nuansa yang dilakukan stiap tanggal satu dan lima belas pada penanggalan Hijriyah, c) Aktivitas tahunan yaitu kegiatan Maulid nabi Muhammad saw, Harlah pondok dan kegiatan Tauring pada bulan Maulud. 2) Aspek-aspek Psikoreligiusnya diantaranya: santri lebih rajin mengerjakan sholat lima waktu, lebih sabar dan tidak mudah emosi, berdzikir, senang sholawatan dan lebih sering mengerjakan kesunahan. 3) Tidak ada pengaruh aktivitas kegiatan pondok pesantren terhadap aspek psikoreligius remaja Desa Pekuwon Kecamatan Rengel. Hal ini diperoleh dari hasil perhitungan product moment yakni 0,306 lebih kecil dari r tabel. 
Institution Info

Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri