Abstract :
Perilaku asertif adalah kemampuan mengkomunikasikan apa yang diinginkan, dirasakan dan dipikirkan namun tetap menghargai hak-hak orang lain. Dari hasil studi pendahuluan pada dua sekolah menengah pertama menyatakan bahwa tingkat perilaku asertif dalam kategori rendah sehingga diperlukan layanan bimbingan kelompok teknik behavior chart untuk meningkatkan perilaku asertif siswa. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode pengembangan Borg and Gall dikutip oleh Sugiyono (2018), dari 10 tahapan dalam prosedur penelitian pengembangan ini peneliti hanya menggunakan tujuh dasar tahapan dari penelitian R&D yang akan dilakukan yaitu : tahap potensi dan masalah, tahap pengumpulan data, tahap desain produk, tahap validasi produk, tahap revisi desain, tahap uji coba produk, dan tahap revisi produk. Hasil penelitian berupa buku panduan model bimbingan kelompok teknik behavior chart yang telah melewati tiga uji ahli bimbingan konseling memperoleh hasil rata-rata 71,37% termasuk kategori tinggi, tiga uji ahli media memperoleh hasil rata-rata 71,11% termasuk kategori tinggi dan tiga calon pengguna produk memperoleh hasil rata-rata 87,60% termasuk kategori sangat tinggi, serta memenuhi aspek kegunaan, kelayakan , ketepatan dan kemenarikan. Sehingga dapat digunakan konselor sebagai pedoman dalam memberikan layanan bimbingan kelompok teknik behavior chart untuk meningkatkan perilaku asertif pada siswa SMP/MTs. Dari hasil komitmen tersebut siswa memiliki pemahaman untuk lebih bisa bertindak sesuai dengan keinginannya sendiri. Pada lembar komitmen tersebut siswa juga menuliskan bahwa akan melakukan hal-hal yang membuat mereka bisa bertindak sesuai dengan keinginannya sendiri.