Abstract :
Negara Indonesia menjadi salah satu negara agraris yang memiliki kekayaan akan sumber daya alam dan keanekaragaman iklim serta lahan, salah satunya bahan pangan. Pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, dan peternakan, dan perairan termasuk beberapa sumber pangan. Konsumsi serta produksi makanan di lingkungan masyarakat menjadi hal yang sangat penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi yang bisa didapatkan dari bahan pangan nabati dan bahan pangan hewani. Data historis harga dan konstanta smoothing alpha serta beta digunakan dalam penerapan metode double exponential smoothing untuk meramalkan harga bahan pangan. Langkah-langkah utama mencakup inisialisasi level awal, peramalan berdasarkan data aktual dan level sebelumnya, serta evaluasi akurasi peramalan menggunakan metrik Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Dalam penelitian ini menggunakan metode Double Exponential Smoothing di dalam metode ini dilakukan proses smoothing dua kali. Metode Double Exponential Smoothing digunakan untuk meramalkan data yang mengalami kecenderungan trend naik. Data yang digunakan periode 2021 sampai 2023, akurasi peramalan menggunakan MSE (Mean Absolute Error) dan MAPE (Mean Absolute Percentage Error). Berdasarkan hasil pengujian menggunakan metode Double Exponential Smoothing dengan menggunakan akurasi peramalan MSE dan MAPE diperoleh dengan nilai MSE sebesar 392432601,23 dan nilai MAPE 2,86401% dengan parameter alpha 0,6. Dengan kriteria nilai MAPE < 10% hal tersebut menunjukkan bahwa akurasi MAPE berada pada kategori sangat baik.