Abstract :
Saat ini di Bojonegoro dan Tuban limbah biji nangka (Artocarpus Heterophyllus) hanya dianggap sebagai limbah pengganggu. Tetapi limbah biji nangka (Artocarpus Heterophyllus) mengandung karbohidrat 36,7g yang dapat digunakan sebagai bahan penghasil etanol. Penelitian ini bertujuan mengetahui kadar etanol tertinggi dari limbah biji nangka (Artocarpus Heterophyllus) dengan variasi jumlah ragi (Saccharomyces Cereviceae) dan lama waktu fermentasi. Pada penelitian ini limbah biji nangka dihidrolisis dengan dengan menggunakan asam sulfat (H2SO4) sebanyak 10 ml selama 120 menit yang kemudian dipanaskan dengan suhu 100°C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin lama waktu fermentasi maka semakin tinggi kadar etanol yang dihasilkan. Pada variasi waktu fermentasi diperoleh waktu terbaik fermentasi adalah 7 hari dan variasi jumlah ragi diperoleh jumlah ragi terbaik adalah 15 gram dengan kadar etanol 68% setelah melalui proses destilasi bertingkat.