Abstract :
Peserta didik memiliki banyak potensi, kreatifitas, keunggulan serta kekurangan yang berbeda-beda. Fungsi pendidikan salah satunya untuk mewadahi keunggulan dan kekurangan tersebut menjadi sebuah potensi yang baik. Pembelajaran berdiferensiasi proses dapat menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan belajar tersebut. Sehingga peserta didik merasa tidak gagal dalam belajarnya. Penelitian ini dilakukan karena peneliti ingin mengetahui lebih jauh penerapan pembelajaran berdiferensiasi proses dalam proses belajar mengajar siswa di sekolah terutama pada materi perilaku tercela mata pelajaran Akidah Akhlak.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan sumber data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles and Huberman, yang terdiri atas reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini yaitu; 1) guru berhasil melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi proses dengan baik. Guru memetakan kebutuhan belajar peserta didik dengan melakukan asesmen diagnostik dengan bantuan google form. Guru menemukan tiga karakteristik belajar siswa yaitu visual, auditori, dan kinestetik; 2) Faktor pendukung pembelajaran berdiferensiasi proses yang telah dilakukan yaitu, dukungan dari steakholder sekolah, pra sarana yang memadai, dan antusias peserta didik. Faktor penghambat pembelajaran berdiferensiasi proses yaitu keterbatasan waktu, IQ (Intelligence Quotient) peserta didik yang berbeda, kurangnya penyediaan alat pembelajaran.