Institusion
Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri
Author
Susanti, Susanti
Subject
158.3 Counseling/Psikologi Konseling, Penyuluhan, Pemberian Nasihat
Datestamp
2024-08-23 01:48:49
Abstract :
Pernikahan dini merupakan sebuah pernikahan yang dilakukan oleh dua anak yang masih dalam usia dini atau usia yang masih menginjak remaja, dan salah satu atau kedua pasangan masih dibawah umur 19 tahun atau sedang menempuh pendidikan di bangku sekolah menengah. Jadi sebuah pernikahan dikatakan pernikahan dini jika kedua atau salah satu pasangan masih berumur 19 tahun ke bawah, sehingga mengancam masa depan remaja yang besar dalam pernikahan dini. Dan perlunya kesiapan secara pendidikan, financial, kesehatan dan pengetahuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui teknik experiential learning dalam bimbingan kelompok untuk mengurangi potensi pernikahan dini di Yayasan Pondok Pesantren Tarbiyatut Thullab Soko engan Jumlah Populasi 60 santri, penentuan sampel menggunakan rumus slovin dengan hasil sebanyak 52. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan skala pernikahan dini. Jenis penelitian kuantitatif dengan pre ? experimental design one ? group pretest ? posttest design. Data dianalisis menggunakan berdasarkan hasil dari pre-test tersebut diketahui bahwa rata ? rata santri berada pada kategori Sedang dengan jumlah presentase 80,4%. Sedangkan pada hasil posttest rata ? rata santri berada pada kategori rendah dengan presentase sebesar 20,4%. Maka berdasarakan nilai hasil pre-test dan post-test dapat diketahui bahwa terdapat penurunan yang cukup signifikan yaitu sebesar 60%. Berdasarkan hasil uji T-test nilai segnifikan (2-tailed) p=0.00 < 0,05 yang berarti hipotensi nol (Ho) ditolak dan Hipotensis alternative (Ha) diterima. Itu artinya bahwa teknik experiential learning dengan layanan bimbingan kelompok efektif digunakan untuk mengurangi potensi Pernikahan dini di Yayasan Pondok Pesantren Tarbiyatut Thullab Soko.