Abstract :
Al-Qur'an adalah sumber pengetahuan yang penting bagi umat Islam. Al-Qur'an merupakan pedoman hidup dan rujukan bagi umat Islam dalam menghadapi berbagai masalah. Al-Qur'an dianggap suci dan tidak mengalami perubahan karena kemurniannya dijaga oleh Allah. Menghafal Al-Qur'an menjadi sarana terbaik dalam menjaga kesucian isi Al-Qur'an, karena akan terus tersimpan dalam hati setiap penghafalnya. Program tahfidz Al-Qur'an merupakan upaya lembaga pendidikan dalam membentuk karakter qur'ani pada generasi muda. Tahfidz Al-Qur'an adalah kegiatan menghafal Al-Qur'an dengan kuat dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. SMK Pondok Pesantren Abu Dzarrin kemudian membentuk program tahfidz Al-Qur?an sebagai bentuk kepedulian sekolah dalam membentuk karakter siswa agar sesuai dengan yang terkandung didalam Al-Qur?an. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Pengecekan keabsahan data melalui perpanjangan kehadiran peneliti dan ketekunan pengamatan. Informan penelitian yaitu pengasuh, guru/ustadz, dan siswa SMK Pondok Pesantren Abu Dzarrin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Pelaksanaan program tahfidz Al-Qur?an dan manfaatnya dalam membentuk karakter siswa di SMK Pondok Pesantren Abu Dzarrin terjadwal setiap hari kecuali hari Jum?at yang diikuti oleh siswa mulai dari kelas 10 sampai 12 dan terlaksana selama 30 menit pada setiap pertemuannya. Karakter siswa terbentuk melalui guru pengampu kelas tahfidz yang selalu menyampaikan nilai-nilai yang terkandung didalam Al-Qur?an yang sedang dihafalkannya, selain itu seluruh guru juga menjadi suri teladan yang dapat dicontoh oleh para siswa melalui karakter yang ditunjukkan didalam lingkungan sekolah. 2. Faktor penghambat dalam pelaksanaan program tahfidz Al-Qur?an dan manfaatnya dalam membentuk karakter siswa antara lain, kurangnya jam pembelajaran dan rasa malas dari siswa sendiri. Adapun faktor pendukungnya antara lain, persiapan pembelajaran yang matang, pemberian motivasi, manajemen waktu yang teratur, dan tempat menghafal yang nyaman, serta peran guru yang menjadi suri teladan.