Institusion
Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri
Author
Lailatus Shofiyatun Nikmah (STUDENT ID : 201755010104240)
Imroatul Azizah (LECTURER ID : 0000000000)
Subject
371 Sekolah dan aktivitasnya; pendidikan khusus
Datestamp
2022-04-19 02:35:27
Abstract :
Covid-19 berdampak pada dunia pendidikan. Sistem pembelajaran tatap muka yang dilaksanakan 100 persen di sekolah mengalami perubahan yakni menjadi pembelajaran online. SMPN 1 Dander merupakan salah satu sekolah yang menerapkan pembelajaran online khususnya mata pelajaran PAI menggunakan aplikasi google classroom sebagai media pembelajaran. Google classroom merupakan platform pembelajaran dengan menawarkan berbagai macam fitur-fitur. Aspek materi pelajaran PAI di SMP meliputi aspek aqidah, keibadahan, keimanan dan aqidah. Dari permasalahan tersebut peneliti mengadakan penelitian terkait efektivitas aplikasi google classroom sebagai media pembelajaran online pada mata pelajaran PAI di SMPN 1 Dander. Skripsi ini hendak menjawab dari rumusan masalah mengenai: 1. Penerapan aplikasi google classroom sebagai media pembelajaran online pada mata pelajaran PAI di SMPN 1 Dander, 2. Efektivitas aplikasi google classroom sebagai media pembelajaran online pada mata pelajaran PAI di SMPN 1 Dander. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data pada penelitian menggunakan teknik wawancara dengan mewawancarai beberapa informan yaitu kepala sekolah SMPN 1 Dander, waka kurikulum, guru PAI, serta siswa SMPN 1 Dander, teknik observasi, dan teknik dokumentasi. Pada teknik analisis data dilakukan dengan cara mereduksi data, data display (penyajian data), penarikan kesimpulan dan verifikasi data. Hasil dari penelitian ini adalah 1. Penerapan pembelajaran online pada mata pelajaran PAI menggunakan google classroom di SMPN 1 Dander disesuaikan dengan prosedur pembelajaran konvensional seperti penyiapan RPP, silabus, serta jadwal pengajaran; 2. Efektivitas penggunaan google classroom pada mata pelajaran PAI di SMPN 1 Dander kurang efektif sebab guru saat menyajikan materi hanya verbalis, sehingga tidak memanfaatkan fitur-fitur google classroom. Hal ini menyebabkan siswa kurang memiliki rasa keminatan untuk belajar. Penyajian materi yang monoton menyebabkan antusiasme siswa jarang mengikuti kegiatan pembelajaran online, komunikasi antara siswa dengan guru tidak terjadi secara intens, serta minimnya penguasaan siswa dalam penggunaan google classroom sehingga tujuan pembelajaran tidak tercapai secara maksimal.