Abstract :
Perilaku off task merupakan perilaku negatif siswa yang tidak diinginkan kemunculannya dalam proses belajar mengajar, karena dapat mengganggu proses belajar dikelas. Dalam pembuatan sebuah instrument yang berupa kuesioner, peneliti menggunaan beberapa aspek perilaku off task yaitu off- task conversation, off-task solitary dan off-task inactivity. Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui gambaran tingkat perilaku Off task Siswa SMAN 1 Balen, 2) Untuk mengetahui efektivitas layanan konseling individu teknik token economy untuk mengurangi perilaku off task siswa SMAN 1 Balen. Gambaran tingkat perilaku off task pada siswa di MAN 1 Balen terdapat 3 siswa dengan kategori tinggi yaitu NCR 50%, RMI 47%, dan AAR 54%. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan pre-experimental dengan desain one-grup pretest-posttest design. Pengumpulan data pada peneltian ini menggunakan kuesioner perilaku off task , observasi, wawancara, dan pengambilan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan SPSS versi 16 dengan melakukan uji normalitas Shapirrow-wilk dan uji paired ampel t test. Dan dari Hasil uji paired sampel t test menunjukkan nilai sig. (2 tailed) sebesar 0,010 < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha di terima yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan dalam hasil perlakuan pretest dan posttest. Berdasarkan hasil penelitian penerapan layanan konseling individu dengan teknik token economy untu mengurangi perilaku off task terbukti efektif untuk membantu mengurangi perilaku off task siswa SMAN 1 Balen.