Institusion
Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri
Author
UMI LAILATUL MASFUFAH (STUDENT ID : 20175501270159)
SITI LABIBA KUSNA (LECTURER ID : 2120018702)
AHMAD FARID UTSMAN (LECTURER ID : 2113049001)
Subject
372 Pendidikan dasar
Datestamp
2022-05-09 08:01:23
Abstract :
Remen adalah singkatan dari Reward dan Punishment, merupakan salah satu metode yang dapat digunakan oleh pendidik dalam pembelajaran guna mengelola emosi anak. Metode ini diterapkan di RA Plus Darussalam sebagai salah satu metode yang digunakan dalam menstimulasi perkembangan emosi anak sehingga dapat mengkondisikan anak dan kelasnya. Remen yang diberikan setiap pendidik itu berbeda tergantung aturan yang berlaku di kelas. Tentunya remen yang diberikan bersifat edukatif. Apabila anak belum mengikuti aturan yang disepakati bersama maka bukan anaknya yang di nilai tapi lebih ke perilaku anak. Sehingga perkembangan emosi anak bisa terkendali dengan baik. Salah satu media yang digunakan dalam penerapan remen ini adalah dengan adanya absensi perasaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan media absensi perasaan dalam menstimulasi perkembangan emosi anak usia 5-6 tahun di RA Plus Darussalam Bojonegoro. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, yakni menggambarkan penggunaan media absensi perasaan dalam menstimulasi perkembangan emosi anak usia 5-6 tahun di RA Plus Darussalam. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun yang menjadi data primer adalah kepala sekolah, guru kelas dan orang tua anak didik. Sumber data sekundernya berupa referensi dari berbagai sumber. Untuk uji keabsahan data menggunakan triangulasi data. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa absensi perasaan merupakan salah satu alat/media yang digunakan oleh pendidik dalam menstimulasi perkembangan emosi anak. Absensi perasaan ini dilakukan setiap hari sebagaimana tercatat dalam RPPH dan dilaksanakan sesuai SOP yang ada. Dengan adanya media absensi perasaan anak-anak mampu membahasakan rasa dan mampu mengelola emosi dengan baik. Sehingga media ini sangat membantu dalam memanagemen emosi anak.