Abstract :
Rujukan Medik dilakukan karena ibu tidak melakukan rujukan kesehatan yaitu dengan memeriksakan kehamilannya dan bersalin di RS yang memiliki fasilitas yang lebih lengkap. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kasus rujukan medik pada ibu bersalin di Puskesmas Jagir Surabaya.
Desain penelitian adalah deskripsi. Populasinya adalah seluruh ibu yang dilakukan rujukan medik. Sampel yang didapat sebesar 21 ibu yang sesuai kriteria penelitian, diambil secara non-probability sampling dengan jenis Total sampling. Variabel penelitian adalah seluruh kasus rujukanmedik pada ibu bersalin. Pengambilan data menggunakan data sekunder dalam rekam medis, data dianalisis dan disajikan pada tabel distribusi frekuensi dalam bentuk persentase.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian kecil (23,80%) mengalami
KPD<37 minggu, hampir sebagiannya (42,86%) mengalami KPD>37 minggu, sebagian kecil (9,53%) mengalami PEB, sebagian kecil (19,04) mengalami PER, dan sebagian kecil (4,77%) mengalami Sungsang dengan presentasi bokong murni.
Simpulan dari penelitian ini adalah ibu bersalin masih banyak yang mengalami rujukan medik. Maka disarankan kepada petugas kesehatan untuk lebih meningkatkan dalam memberikan motivasi pada ibu hamil dengan resiko tinggi, yang dapat dilakukan dengan memberikan pemflet tentang tanda bahaya persalinan sehingga ibu melakukan rujukan kesehatan ke rumah sakit yang memiliki fasilitas yang lebih lengkap.