Abstract :
Informasi tentang pendidikan seks pada remaja masih minim. Hal tersebut dikarenakan pendidikan seks dianggap tabu untuk dibicarakan. Sehingga remaja tidak mendapatkan pendidikan seks dengan benar. Hasil SKRRI (2012) bahwa
29,5 % remaja pria dan 6,2% remaja wanita pernah meraba atau merangsang pasangannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja setelah diberikan pendidikan seks oleh sekolah di MTs Thoriqul Huda Kecamatan Menganti.
Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif dengan populasi semua siswa kelas VIII MTs Toriqul Huda Kecamatan Menganti sebesar 41 siswa dengan sampel 37 responden, diambil dengan menggunakan probability sampling dengan teknik simple random sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah tingkat pengetahuan tentang pendidikan seks. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, analisis data menggunakan analisis deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 37 responden sebagian besar (56,7%) memiliki pengetahuan cukup, hampir setengahnya (32,5%) memiliki pengetahuan kurang dan sebagian kecil (10,8%) memiliki pengetahuan baik tentang pendidikan seks.
Simpulan penelitian adalah remaja di MTs Thoriqul Huda Kecamatan Menganti sebagian besar memiliki pengetahuan cukup tentang pendidikan seks. Diharapkan pihak sekolah bekerjasama dengan tenaga kesehatan untuk memberikan penyuluhan agar para siswa mendapatkan pendidikan seks secara bertahap sesuai dengan perkembangan usia.