DETAIL DOCUMENT
GAMBARAN KEJADIAN DAMPAK AMENOREA SEKUNDER PADA AKSEPTOR KB SUNTIK 3 BULAN DI BPS NURUL SURABAYA
Total View This Week0
Institusion
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Author
FARIDA, JULI
Subject
RG133-137.6 Conception. Artificial insemination. Contraception 
Datestamp
2018-03-18 14:17:47 
Abstract :
KB suntik 3 bulan merupakan kontrasepsi yang diberikan setiap 3 bulan dengan cara suntik di bokong (intragluteal) atau di lengan atas (intradeltoid). KB suntik 3 bulan mempunyai variasi kontrasepsi diantaranya yang mengandung Depo Medroksi Progesteron Asetat (DMPA) dalam bentuk larutan aqua steril dan Norethindrone Enanthate ( NET-EN). Kontrasepsi suntik 3 bulan memiliki banyak efek samping, namun yang paling sering adalah amenorea sekunder (DEPKES RI, 1996). Pemakaian DMPA jangka panjang, amenorea sekunder menjadi hal yang sangat menonjol. Kejadian amenorea sekunder yang dialami oleh akseptor KB suntik 3 bulan dapat mengalami kecemasan akan hamil, sakit punggung capek-capek. Kecemasan akan hamil dikhawatirkan akseptor karena akseptor menganggap bahwa amenorea sekunder merupakan satu gejala kehamilan. Sehingga amenorea sekunder dianggap sebagai ancaman bagi wanita yang tidak menginginkan kehamilan lagi. Amenorea yang terjadi pada orang yang menggunakan KB suntik 3 bulan disebut dengan amenorea sekunder. Dimana wanita tidak mengalami menstruasi > 6 bulan pada wanita yang sebelumnya mengalami menstruasi normal atau tidak adanya menstruasi selama 3 interval tertentu pada wanita dengan oligomenorea. Amenorea sekunder terjadi pada 0,7 % - 3 % wanita. Keadaan ini dipredisposisikan oleh umur, ketidakteraturan menstruasi sebelumnya, beban emosi yang luar biasa atau beban fisik yang nyata ( Ralph C Benson, 2008). Sedangkan menurut (Ari sulistyawati, 2011) penggunaan KB suntik 3 bulan biasanya didapatkan efek samping yaitu salah satunya amenorea sekunder. Dampak amenorea inilah yang menjadi suatu masalah yang sering dikeluhkan oleh para akseptor. 
Institution Info

Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya