Abstract :
Stimulasi merupakan faktor penting dalam tumbuh kembang anak. Menurut NCHS (2000) di amerika serikat 3,29% anak mengalami keterlambatan perkembangan bahasa. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan antara intensitas stimulasi auditory pengasuh dengan kecepatan perkembangan bahasa anak usia 9 ? 12 bulan di Posyandu Desa Durung Bedug Baru, Sidoarjo.
Desain penelitian menggunakan analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini ibu dan anak usia 9 ? 12 bulan sebesar 40 orang dengan besar sampel 36 responden. Teknik sampling simple random sampling, alat pengumpulan data kuesioner dan lembar DDST. Data dianalisis menggunakan uji statistik rank spreaman. Variabel independen intensitas stimulasi auditory dan variabel dependen perkembangan bahasa.
Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar (69,4 %) responden tidak memberikan intensitas stimulasi auditory dan hampir setengahnya (41,7 %) responden mengalami perkembangan bahasa abnormal. Berdasarkan uji statistik didapatkan ? = 0,011 artinya ? < ? = 0,05 maka H0 ditolak yaitu ada hubungan antara intensitas stimulasi auditory pengasuh dengan kecepatan perkembangan bahasa anak usia 9 ? 12 bulan.
Kurangnya pemberian intensitas stimulasi auditory mengakibatkan anak mengalami perkembangan bahasa yang tidak mampu dalam usianya, perlu adanya upaya yang dilakukan oleh petugas kesehatan untuk memberikan penyuluhan kepada pengasuh tentang pentingya pemberian intensitas stimulasi auditory pengasuh kepada anaknya.