Abstract :
Perkembangan sosial anak merupakan kemampuan dalam berhubungan dengan orang lain. Perkembangan emosional merupakan perasaan muncul ketika berinteraksi dalam bentuk perilaku. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan sosial-emosional pada anak cacat fisik kelas 1 dan 2 SD di SLB Yayasan Dewi Sartika, Sepanjang-Sidoarjo.
Desain penelitian ini korelasional berjenis cross sectional. Populasinya semua orang tua atau wali murid dan anaknya yang sekolah kelas 1 dan 2 SD sebesar 40 pasang. Besar sampel 36 responden diambil dengan teknik stratified random sampling. Variabel Independennya pola asuh orang tua. Variabel dependennya perkembangan sosial-emosional. Instrumentnya kuesioner. Analisis datanya uji koefisien kontingensi.
Hasil penelitiannya menunjukkan sebagian besar anaknya memiliki perkembangan social cukup dan hampir setengah anaknya memiliki perkembangan emosional cukup dari 19 orang tua yang memberikan pola asuh
demokratis. Dari uji koefisien kontingensi didapatkan hasil ? = 0,000 < ? = 0,05, maka H0 ditolak yang artinya ada hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan sosial-emosional pada anak cacat fisik kelas 1dan 2 SD di SLB Yayasan Dewi Sartika, Sepanjang-Sidoarjo.
Simpulannya bahwa orang tua yang memberikan pola asuh demokratis, maka semakin baik perkembangan sosial-emosional anak cacat fisik. Diharapkan orang tua menyadari dan mengerti terkait kondisi anaknya.