Abstract :
Banyak ibu yang merasa takut melakukan hubungan seksual selama kehamilan, karena mereka beranggapan dapat menyakiti janin sehingga menyebabkan keguguran, dan takut orgasme akan merangsang keguguran. Survey awal dari 6 ibu hamil didapatkan 4 orang mengatakan mengurangi frekuensi hubungan disebabkan takut melukai janin atau keguguran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu hamil tentang hubungan seksual yang aman selama kehamilan di BPS Hanik Llutfiah Penjaringan Sari Surabaya
Desain penelitian menggunakan deskriptif. Populasi seluruh ibu hamil di
BPS Hanik Lutfiah Penjaringan Sari Surabaya pada 01 s/d 09 Juli 2013 sebesar
50 orang. Pengambilan sampel secara probability sampling dengan besar sampel
45 orang. Variabel tingkat pengetahuan ibu hamil tentang hubungan seksual yang aman selama kehamilan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, data dianalisis secara deskriptif menggunakan statistik deskriptif dalam bentuk persentase.
Hasil penelitian menunjukan tingkat pengetahuan responden hampir setengahnya (31,1%) baik, hampir setengah (31,1%) meunjukkan tingkat pengetahuan cukup, dan hampir setengah (37,7%) menunjukkan tingkat pengetahuan kurang tentang hubungan seksual yang aman selama kehamilan.
Simpulannya hampir setengah ibu hamil mempunyai tingkat pengetahuan kurang tentang hubungan seksual yang aman selama kehamilan. Diharapkan
tenaga kesehatan meningkatkan penyuluhan tentang hubungan seksual yang aman dan menganggap bahwasannya hubungan seksual itu tidak tabu untuk dijelaskan, dengan melengkapi fasilitas seperti poster, leaflet, dsb..