Abstract :
Anak yang banyak mendapatkan stimulasi akan berkembang lebih cepat, Namun, masih banyak anak usia 3-4 tahun di PAUD Cahaya Pelangi yang perkembangan motorik halusnya tidak sesuai tahap perkembangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemberian stimulasi dengan perkembangan motorik halus pada anak usia 3 ? 4 tahun di PAUD Cahaya Pelangi desa Ngembung Gresik.
Desain dalam Penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu dan anak usia 3-4 tahun sebanyak 25 orang, besar sampel 24 responden dengan teknik simple random sampling. Variabel independen adalah pemberian stimulasi, variabel dependen adalah perkembangan motorik halus anak usia 3-4 tahun. Dengan instrumen lembar kuesioner dan observasi. Analisa dengan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan ? = 0,05.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu tidak memberikan stimulasi secara intensif, dan sebagian besar anak perkembangan motorik halusnya sesuai tahapan. Hasil uji statistik chi-square didapatkan p (0,037) < ? (0,05) maka Ho ditolak artinya ada hubungan antara pemberian stimulasi dengan perkembangan motorik halus pada anak usia 3-4 tahun.
Dapat disimpulkan bahwa semakin intensif ibu dalam memberikan
stimulasi maka semakin baik tahapan perkembangan anak. Bagi para ibu agar memberikan stimulasi kepada anaknya sesuai tahapan usia.