Abstract :
Beberapa saat sebelum menstruasi sejumlah perempuan mengalami satu atau beberapa gejala (fisik, psikologis dan tingkah laku) yang disebut PMS. Salah satu penyebab PMS adalah defisiensi gizi yang mempengaruhi status gizi. Dari hasil survey yang dilakukan pada 10 remaja putri di MAN Surabaya menunjukkan bahwa setengahnya (50%) mengalami PMS yang mengakibatkan siswi mengalami hambatan dalam menjalani aktivitas di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan kejadian PMS pada remaja putri di MAN Surabaya.
Desain penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas X dan XI di MAN Surabaya tahun ajaran 2013. Pengambilan sampel digunakan teknik simple random sampling sebesar 127 responden yang dilaksanakan bulan Juni 2013. Variabel bebasnya status gizi dan variabel terikat kejadian PMS, dianalisis menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikan ?=0,05.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir setengah responden mengalami status gizi kurus dan hampir seluruhnya mengalami kejadian PMS. Setelah dilakukan uji statistik chi-square ?(0,000) < ?(0,05) sehingga H0 ditolak yang berarti ada hubungan antara status gizi dengan kejadian PMS pada remaja putri di MAN Surabaya.
Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara status gizi dengan kejadian PMS pada remaja putri di MAN
Surabaya. Diharapkan pada remaja putri memperhatikan dan meningkatkan mutu kesehatan diri sendiri terutama status gizi agar mengurangi kejadian PMS sehingga dapat melakukan aktifitas dengan baik.