Institusion
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Author
RACHMAWATI, SANDRA DESTIKSA
Subject
RG1-991 Gynecology and obstetrics
Datestamp
2018-05-11 16:19:14
Abstract :
Nutrisi atau gizi adalah zat yang diperlukan oleh tubuh untuk keperluan metabolisme. Kebutuhan nutrisi yang kurang dapat menyebabkan penyembuhan luka jahitan perineum menjadi lambat. Di BPS Maulina Hasnida bulan Mei tahun
2013 dari 11 persalinan didapat 5 (45,4%) ibu nifas mengalami penyembuhan luka jahitan perineum lambat yaitu pada hari ke 10-12 dikarenakan 3 ibu nifas melakukan tarak makanan dan 2 ibu nifas tidak menyukai ayam, daging, ataupun ikan laut. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pemenuhan nutrisi dengan penyembuhan luka jahitan perineum.
Desain penelitian adalah analitik observasional dengan pendekatan croos sectional. Populasinya adalah semua ibu nifas hari ke 3 sampai ke 7 yang mengalami luka jahitan perineum sebesar 21 orang. Besar sampel sebesar 20 responden diambil secara simple random sampling. Variabel independen pemenuhan nutrisi, variabel dependen penyembuhan luka jahitan perineum. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan observasi. Analisis menggunakan uji chi-square dengan ? = 0,05.
Hasil penelitian menunjukkan dari 20 responden, setengahnya (50%)
pemenuhan nutrisinya kurang, hampir seluruhnya (90%) masa kesembuhan luka jahitan perineumnya lambat. Hasil analisis didapatkan ? = 0,005 dengan ? = 0,05 yang berarti ? < ? maka H0 ditolak artinya ada hubungan antara pemenuhan nutrisi dengan penyembuhan luka jahitan perineum pada ibu nifas.
Simpulannya adalah pemenuhan nutrisi yang kurang dapat menyebabkan penyembuhan luka jahitan perineum menjadi lambat. Untuk itu petugas kesehatan diharapkan memberi informasi pada ibu nifas tentang pemenuhan nutrisi pada ibu nifas.