Abstract :
Pemakaian alat kontrasepsi dalam rahim masih menduduki peringkat ke tiga setelah kontrasepsi lainnya. Dari data awal didapatkan 23 akseptor dari 456 akseptor KB aktif. Tujuan penelitian mengetahui hubungan tingkat pengetahuan akseptor dengan pemakaian alat kontrasepsi dalam rahim.
Desain penelitian analitik observasional secara cross sectional. Populasi semua akseptor sebanyak 38 orang. Pengambilan sampel secara simple random sampling sebanyak 35 responden. Variabel independen tingkat pengetahuan akseptor dan variabel dependen pemakaian alat kontrasepsi dalam rahim. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data dengan uji Chi-Square, tingkat kemaknaan ? = 0,05.
Hampir setengah (40%) responden memiliki tingkat pengetahuan kurang dan hampir seluruhnya (91,4%) responden tidak memakai alat kontrasepsi dalam rahim. Hasil uji statistik Exact Fisher didapatkan = 0,551 > ? = 0,05, sehingga H0 diterima artinya tidak ada hubungan tingkat pengetahuan akseptor dengan pemakaian alat kontrasepsi dalam rahim.
Simpulan adalah tidak ada hubungan tingkat pengetahuan akseptor dengan pemakaian alat kontrasepsi dalam rahim di Puskesmas Keputih Surabaya. Diharapkan profesi bidan memberikan penyuluhan untuk mengarahkan pemilihan alat kontrasepsi khususnya yang berjangka panjang sehingga akan mendorong pasangan usia subur untuk memilih alat kontrasepsi dalam rahim.