Abstract :
Banyak lansia mengalami kesedihan dan kesusahan setelah kehilangan pasangan, karena penyesuaian yang terlambat terhadap kehilangan tersebut. Keterlambatan tersebut dapat mengakibatkan depresi pada seseorang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran tingkatdepresi lansia yang kehilangan pasangan di DesaWoroKecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro.
Desain penelitian ini adalah diskriptif. Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang kehilangan pasangan di Desa Woro Kecamtan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro pada bulan Juli 2013 sebanyak 36 orang. Besar sampel dalam penelitian ini adalah 33 responden diambil dengan cara simple random sampling. Variabel penelitian ini yaitu tingkat depresi lansia yang kehilangan pasangan. Pengolahan data menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara diskriptif dengan distribusi frekuensi.
Hasil penelitian didapatkan hamper setengahnya (30,3%) mengalami depresi ringan, hamper setengahnya (45,5%) mengalami depresi sedang dan sebagian kecil (24,2%) mengalami depresi berat setelah kehilangan pasangan.
Simpulan penelitian hamper setengahnya dari lansia mengalamidepresi sedang setelah kehilangan pasangan. Disarankan bagi petugas posyandu lebih sering memberikan penyuluhan tentang permasalahan karena kehilangan pasangan, tidak hanya memeriksa kesehatan fisik tetapi juga kesehatan mentalnya