Abstract :
Pemberian makanan bagi bayi adalah memberikan hanya ASI saja sejak lahir sampai dengan umur 6 bulan. Berdasarkan Sentra laktasi Indonesia tahun
2002-2003 hanya 15% ibu memberikan ASI Eksklusif pada bayinya, mereka menghentikan pemberian ASI lebih awal. Penelitian ini bertujuan Mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan ibu menyusui dengan pemberian ASI Eksklusif di Desa Mojorejo Kecamatan Taman Madiun.
Desain penelitian ini analitik dengan metode pendekatan cross sectional . Populasi seluruh ibu menyusui yang bayinya berusia 6-12 bulan di BPS Luluk Alkatiri sebesar 48 responden dengan sampel 43 responden dengan menggunakan tekhnik simple random sampling. Variabel independen tingkat pendidikan ibu menyusui dan variabel dependen pemberian ASI Eksklusif, instrument yang di gunakan registrasi bayi dan registrasi ibu bulan Juni-Juli tahun
2012, analisis menggunakan uji statistik Mann Whitney dengan tingkat signifikan ? = 0,05.
Hasil penelitian di dapatkan hampir setengah (48,8%) berpendidikan dasar dan sebagian besar (53,5%) tidak memberikan ASI Eksklusif. Hasil uji statistik di dapatkan hasil ? = 0,771 > ?, sehingga H0 diterima yang artinya tidak ada hubungan antara pendidikan ibu menyusui dengan pemberian ASI Eksklusif.
Simpulan penelitian adalah tidak ada Hubungan antara Tingkat Pendidikan Ibu Menyusui dengan pemberian ASI Eksklusif. Di sarankan kepada tenaga kesehatan untuk memberikan edukasi kepada ibu bekerja untuk memerah ASInya dan cara menyimpan ASI yang benar sehingga ASI Eksklusif tetap di berikan.