DETAIL DOCUMENT
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA KEIKUTSERTAAN SUAMI MENJADI AKSEPTOR DI DESA PEPELEGI KECAMATAN WARU SIDOARJO
Total View This Week0
Institusion
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Author
AVANTIE, NIA
Subject
RG133-137.6 Conception. Artificial insemination. Contraception 
Datestamp
2018-09-14 10:18:21 
Abstract :
Keluarga berencana ditujukan kepada wanita dan pria. Namun, keikutsertaan suami menjadi akseptor di Desa Pepelegi masih rendah disebabkan oleh kurangnya informasi serta terbatasnya jenis alat kontrasepsi pria, Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya keikutsertaan suami menjadi akseptor meliputi tingkat pengetahuan, tingkat pendidikan, dukungan tenaga kesehatan, dan sosial budaya di Desa Pepelegi Kecamatan Waru Sidoarjo Tahun 2011. Desain penelitian ini adalah deskriptif. Populasi adalah seluruh suami PUS di Desa Pepelegi Kecamatan Waru Sidoarjo sebesar 86 orang. Sampel adalah sebagian suami PUS di Desa Pepelegi Kecamatan Waru Sidoarjo sebesar 71 orang diambil secara accidental sampling. Instrumen berupa kuesioner. Variabel penelitian adalah tingkat pengetahuan, tingkat pendidikan, dukungan tenaga kesehatan dan sosial budaya. Pengolahan data dengan editing, coding, scoring dan tabulasi, kemudian analisis data secara deskriptif disajikan dalam bentuk tabel distribusi dan frekuensi dengan persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan suami PUS di Desa Pepelegi Kecamatan Waru Sidoarjo hampir sebagian berpengetahuan cukup sebanyak 31 orang (43,66%), tingkat pendidikan sebagian besar dalam jenjang pendidikan menengah sebanyak 45 orang (63,38%), sebagian besar tidak mendapat dukungan dari tenaga kesehatan sebanyak 43 orang (60,56%), dan sebagian besar tidak mendapat dukungan sosial budaya sebanyak 38 orang (53,52%). Simpulan keikutsertaan suami menjadi akseptor di Desa Pepelegi Kecamatan Waru Sidoarjo sebagian besar memiliki tingkat pengetahuan yang cukup, tingkat pendidikan menengah, tidak mendapat dukungan tenaga kesehatan dan sosial budaya. Untuk itu diharapkan agar tenaga kesehatan lebih meningkatkan bimbingan serta memberikan informasi mengenai program KB kepada suami PUS dan masyarakat lebih aktif mengikuti penyuluhan dan bimbingan KB. 
Institution Info

Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya