Abstract :
Ada beberapa permasalahan yang dihadapi oleh para remaja dalam kesehatan reproduksi. Salah satunya yaitu upaya remaja puteri dalam menangani fluor albus yang masih kurang. Berdasarkan data awal dari 15 siswi, 7 diantaranya membiarkan keputihan yang patologis begitu saja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya remaja puteri dalam menangani flour albus di SMA Kartika IV-3 Brawijaya Surabaya.
Desain penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif.Populasi pada penelitian
ini adalah siswi SMA Kartika IV-3 Brawijaya Surabaya kelas XII IPA 1 dan 2 sebanyak 40 siswi dengan sampel sebesar 36 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah checklist, kemudian dimasukkan dalam tabel frekuensi distribusi yang dianalisa dalam bentuk deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 36 responden, sebagian kecil (8,33%) remaja puteri yang memiliki upaya baik, sebagian kecil (16,66%) yang memiliki upaya cukup dan sebagian besar (75%) yang memiliki upaya kurang.
Dapat disimpulkan bahwa, sebagian besar remaja puteri memiliki perilaku kurang
baik dalam menangani flour albus, untuk itu diharapkan bagi tenaga kesehatan untuk dapat memberikan pengetahuan dan penyuluhan tentang flour albus, serta bagi responden diharapkan lebih banyak melihat, membaca dan mendengar dari berbagai media tentang kesehatan reproduksi khususnya flour albus.