Abstract :
Pre menstrual syndrome merupakan kumpulan gejala fisik, psikologis dan emosional yang timbul pada pertengahan siklus menstruasi. Pre Menstrual syndrome dapat dirasakan dengan berbagai gejala, mulai dari gangguan fisik maupun gangguan mental. 90% responden mengalami Pre Menstrual Syndrome. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi pre menstrual syndrome yang dominan pada mahasiswi prodi D-III kebidanan stikes yarsi Surabaya.
Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Populasi adalah semua mahasiswi semester II sebesar 300 mahasiswi dengan sampel sebagian mahasiswi sebesar 108 orang. Teknik stratified sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah pre menstrual syndrome yang dominan. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner, data diolah dengan cara editing, coding, tabulating. Analisis yang digunakan adalah distribusi frekuensi.
Dari hasil distribusi frekuensi hampir setengahnya mengalami PMS Tipe D (depression) 44 (40,8%) sebagian kecil Tipe A (Anxiety) 2 (1,85%), Tipe C (craving) 2 (1,85%), Tipe H (hydration) 2 (1,85%), Tipe O (other) 20 (18,6%), Tipe gabungan 38 (35,18%)
Disimpulkan bahwa pre menstrual syndrome yang dominan pada mahasiswi semester II sebagian besar 61 responden adalah Pre Menstrual Syndrome tipe D (Depression), untuk itu diharapkan bagi responden mencari lebih banyak informasi baru tentang pre menstrual syndrome melalui buku tentang kesehatan reproduksi