DETAIL DOCUMENT
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU BEKERJA TENTANG PENYIMPANAN ASI DI POSYANDU DESA KEPUHLAGEN KECAMATAN WRINGINANOM KABUPATEN GRESIK
Total View This Week0
Institusion
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Author
SETIANITA, EFA
Subject
RG940-991 Maternal care. Prenatal care services 
Datestamp
2018-12-11 06:54:56 
Abstract :
ASI eksklusif adalah ASI yang diberikan pada bayi baru lahir sampai usia 6 bulan tanpa makanan tambahan lain. Manfaat pemberian ASI bagi bayi adalah bayi lebih kebal terhadap penyakit infeksi dibanding bayi yang minum susu formula. Pencapaian target ASI eksklusif di Dinkes Jatim tahun 2009 sebesar 45,73%, sedangkan targetnya adalah 80 %. Berdasarkan studi pendahuluan di Posyandu Desa Kepuhlagen Kec. Wringinanom Kab. Gresik secara wawancara pada 10 ibu bekerja yang menyusui didapatkan hasil 3 orang tahu cara penyimpanan ASI sedangkan 7 orang tidak tahu cara penyimpanan ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu bekerja tentang penyimpanan ASI di Posyandu Desa Kepuhlagen Kecamatan Wringinanom Kabupaten Gresik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan populasi semua ibu menyusui yang bekerja dan memiliki bayi umur 0-12 bulan di Posyandu Desa Kepuhlagen Kecamatan Wringinanom Kabupaten Gresik sebanyak 47 orang. Cara pengambilan sampel menggunakan non probability sampling dengan teknik purposive sampling dengan besar sampel 35 responden. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah tingkat pengetahuan ibu bekerja tentang penyimpanan ASI. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner, data dianalisa secara deskriptif. Hasil penelitian tentang gambaran tingkat pengetahuan ibu bekerja tentang penyimpanan ASI didapatkan sebagian besar (51,42%) tingkat pengetahuan kurang, hampir setengahnya (28,57%) tingkat pengetahuan cukup, sebagian kecil (20%) tingkat pengetahuan baik. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan ibu bekerja tentang penyimpanan ASI sebagian besar adalah kurang. Salah satu upaya yang dilakukan agar tingkat pengetahuan ibu dapat menjadi lebih baik, maka diperlukan adanya sosialisasi dari tenaga kesehatan kepada ibu menyusui pada saat ada kegiatan posyandu dan diharapkan bidan lebih aktif memberikan penyuluhan tentang ASI eksklusif. 
Institution Info

Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya