DETAIL DOCUMENT
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDAPATAN DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS PORONG
Total View This Week0
Institusion
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Author
SUTANTO, PRAWIRO
Subject
RC306-320.5 Tuberculosis 
Datestamp
2019-01-18 08:08:19 
Abstract :
Tuberkulosis merupakan masalah utama kesehatan masyarakat. Jumlah pasien TB di Indonesia merupakan urutan ke-3 terbanyak di dunia. Menurut data Statistik Kabupaten Sidoarjo, rata ? rata tingkat pendapatan masyarakat di Kecamatan Porong adalah perbulan < Rp. 1.107.000,00. Data yang diperoleh dari Puskesmas Porong pada tahun 2010 ditemukan penderita sebanyak 58 kasus, bulan Januari sampai Mei tahun 2011 ditemukan jumlah penderita paru dengan BTA positif sebanyak 23 kasus. Tujuan penelitian ini adalah Menganalisis hubungan antara tingkat pendapatan dengan kejadian Tuberkulosis Paru di Puskesmas Porong. Jenis penelitian adalah analitik dengan disain ?Cross Sectional?. Populasinya semua penderita tuberkulosis paru di Puskesmas Porong sebesar 23 orang. Sampel penelitian ini sebanyak 22 penderita Tuberkulosis Paru. Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2011. Teknik pengambilan sampel probability sampling tipe simple random sampling. Instrumen penelitian: Qusioner dan rekam medis di Puskesmas Porong. Variabel Independent tingkat pendapatan dan variabel dependent kejadian Tuberkulosis Paru. Analisa data digunakan Uji Chi Kuadrat, karena tidak memenuhi syarat maka di lakukan uji Exact Fisher?s dengan tingkat kemaknaan (?) sebesar 0,05. Hasil penelitiannya hampir seluruh (81,8%) responden pendapatannya perbulan rendah (< Rp 1.107.000,00) dan sebagian besar (59,1%) responden mengalami penyakit Tuberkulosis Paru Post Primer. Hasil uji Exact Fisher?s didapatkan p = 0,017 < ? = 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak yang berarti ada hubungan antara tingkat pendapatan dengan kejadian Tuberkulosis Paru di Puskesmas Porong. Kesimpulan dari penelitian bahwa semakin rendah tingkat pendapatan, kejadian Tuberkulosis Paru semakin bertambah. Penderita Tuberkulosis Paru harus bisa mengelolah pendapatannya yang masih kurang dari UMR dan memanfaatkan jamkesmas untuk rutin berobat di Puskesmas Porong. 
Institution Info

Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya