Abstract :
Terapi intra vena perifer dapat menyebabkan plebitis. Plebitis mengakibatkan kondisi pasien semakin parah sehingga biaya Rumah Sakit meningkat serta mutu pelayanan Rumah Sakit menurun.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan lokasi vena perifer pemasangan infus dengan kejadian plebitis pada pasien rawat inap di ruang medical-surgical lantai tiga rumah sakit Siloam Surabaya
Desain penelitian analitik cross sectional. Populasi semua pasien rawat inap yang mendapat terapi infus di ruang medical-surgical lantai tiga Rumah Sakit Siloam Surabaya sebanyak 188 responden. Dengan Tehnik non probability sampling yaitu consecutive sampling. Sampel sebesar 76 responden. Variabel independen adalah Lokasi Vena Perifer sedangkan variabel dependennya adalah kejadian plebitis. Instrumen penelitiannya yang digunakan berupa checklist kemudian dianalisis menggunakan tabel frekuensi dan persentase serta menggunakan SPSS 17.0 for windows dengan tingkat kemaknaan ? (0,05).
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, sebagian besar (63,2%) pemasangan infus pada vena metacarpal dan sebagian besar responden (61,8%) tidak mengalami plebitis. Hasil analisis didapatkan p (0,013) < ? maka HI diterima ada hubungan Lokasi Vena Perifer Pemasangan Infus dengan kejadian plebitis pada pasien rawat inap di ruang medical-surgical lantai tiga Rumah Sakit Siloam Surabaya
Simpulan penelitian ini adalah tingkat kejadian plebitis pada pasien rawat inap diruang medical-surgical lantai tiga Rumah Sakit Siloam Surabaya sebagian besar tidak mengalami plebitis, maka diharapkan untuk institusi Rumah Sakit terus memberikan edukasi dan pelatihan untuk melatih staff lebih terampil dalam memasang jarum intra vena di semua lokasi yang ada digambar pedoman intra vena terapi.