Abstract :
Hiperaktif merupakan kelainan neurologikal untuk menjelaskan anak dengan intelegensi normal tetapi memperlihatkan pola perilaku abnormal yang terutama ditandai dengan kurangnya perhatian (inattention), mudah teralih perhatiannya, implusif, serta sering disertai gangguan belajar serta agresivitas. Penyebab dan pencegahan belum diketahui secara pasti, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan orang tua tentang deteksi dini anak hiperaktif di TK dharmawanita persatuan I Kec. Beji Kab. Pasuruan.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis metode deskriptif. Populasinya adalah semua orang tua anak di TK dharmawanita persatuan I Kec. Beji sebanyak 48 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah sejumlah 48 orang tua. Cara pengambilan sampel adalah total sampling. Variabel dalam penellitian ini adalah tingkat pengetahuan orang tua tentang deteksi dini anak hiperaktif. Alat ukur yang digunakan berupa kuisioner. Data ditampilkan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir setengahnya(39,5%) responden memiliki pengetahuan yang kurang, 31,25% responden memiliki pengetahuan yang baik dan 29,25% memiliki pengetahuan yang cukup.
Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagian besar pengetahuan orang tua tentang deteksi dini anak hiperaktif adalah kurang. Untuk itu diharapkan bagi para tenaga kesehatan untuk lebih sering memberi informasi atau penyuluhan kepada para orang tua tentang perkembangan anak.